Mt Gox hingga Bybit: Peretasan Kripto Terbesar Sepanjang Sejarah yang Gegerkan Dunia
Sejak munculnya cryptocurrency, keamanan dalam dunia kripto telah menjadi isu utama. Sifat terdesentralisasi dari teknologi blockchain memang memberikan tingkat keamanan yang tinggi, tetapi bursa kripto, dompet digital, dan platform perdagangan tetap rentan terhadap peretasan. Beberapa peretasan yang terjadi telah menyebabkan kerugian miliaran dolar dan mengguncang dunia finansial digital.

Dalam artikel ini, kita akan membahas peretasan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah kripto, mulai dari kasus Mt Gox hingga serangan siber terbaru yang menargetkan Bybit.
1. Peretasan Mt Gox (2014) – $460 Juta Hilang
Mt Gox merupakan bursa kripto terbesar di dunia pada awal 2010-an, menangani lebih dari 70% transaksi Bitcoin global. Namun, pada 2014, platform ini mengalami salah satu peretasan terbesar dalam sejarah kripto.
Detail Peretasan:
- Pada Februari 2014, Mt Gox kehilangan 850.000 Bitcoin, yang saat itu bernilai sekitar $460 juta.
- Penyebab utama adalah celah keamanan dalam sistem yang memungkinkan peretas mencuri dana secara bertahap sejak 2011.
- Setelah kejadian ini, Mt Gox menyatakan bangkrut, dan pengguna yang kehilangan dana harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan sebagian kecil dari aset mereka kembali.
Kasus Mt Gox menjadi peringatan besar bagi industri kripto tentang pentingnya keamanan siber dan transparansi operasional dalam bursa kripto.
2. Peretasan Coincheck (2018) – $534 Juta Hilang
Pada Januari 2018, Coincheck, salah satu bursa terbesar di Jepang, mengalami serangan siber yang menyebabkan kerugian terbesar dalam sejarah kripto saat itu.
Detail Peretasan:
- Peretas mencuri 523 juta token NEM (XEM) senilai $534 juta.
- Aset yang dicuri disimpan dalam hot wallet yang tidak memiliki fitur keamanan seperti multi-signature authentication.
- Coincheck akhirnya mengganti dana yang hilang dengan mengembalikan 88,5 yen per NEM kepada penggunanya, tetapi peristiwa ini tetap meninggalkan dampak besar terhadap kepercayaan pengguna terhadap platform kripto.
BACA JUGA:Deutsche Bank Jajaki Kripto, Bermitra dengan Taurus
3. Peretasan Binance (2019) – $40 Juta Hilang
Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, juga tidak luput dari serangan siber. Pada Mei 2019, Binance mengalami peretasan yang mengakibatkan kerugian besar.
Detail Peretasan:
- Peretas mencuri lebih dari 7.000 Bitcoin senilai sekitar $40 juta.
- Serangan ini dilakukan dengan menggunakan kombinasi teknik phishing, virus komputer, dan eksploitasi API untuk mengakses akun pengguna dan menarik dana secara ilegal.
- Binance segera menutupi kerugian dengan menggunakan dana dari Secure Asset Fund for Users (SAFU), sebuah dana darurat yang mereka siapkan untuk insiden keamanan.
Kasus ini membuktikan bahwa bahkan bursa besar dengan sistem keamanan yang ketat masih bisa menjadi target peretasan.
4. Peretasan Poly Network (2021) – $611 Juta Dicuri, Dikembalikan
Poly Network mengalami salah satu peretasan terbesar dalam sejarah DeFi (Decentralized Finance), tetapi dengan akhir cerita yang tidak biasa.
Detail Peretasan:
- Pada Agustus 2021, peretas mencuri lebih dari $611 juta dalam berbagai aset kripto dari Poly Network.
- Namun, peretas tersebut mengklaim bahwa mereka hanya ingin menunjukkan kelemahan keamanan sistem dan akhirnya mengembalikan semua dana yang dicuri.
- Poly Network kemudian menawarkan posisi Chief Security Advisor kepada sang peretas, yang dikenal dengan julukan “White Hat Hacker”.
Kasus ini menjadi peristiwa unik dalam dunia kripto di mana peretas tidak hanya mencuri, tetapi juga mengembalikan dana yang mereka curi.
5. Peretasan FTX (2022) – $600 Juta Hilang di Tengah Krisis
Peretasan FTX terjadi di tengah kejatuhan bursa kripto terbesar kedua di dunia yang dipimpin oleh Sam Bankman-Fried.
Detail Peretasan:
- Pada November 2022, hanya beberapa jam setelah FTX menyatakan bangkrut, dana sebesar $600 juta secara misterius hilang dari dompet digital perusahaan.
- Investigasi awal mengungkapkan bahwa peretas berhasil mendapatkan akses ke sistem internal perusahaan dan mengalihkan dana secara ilegal.
- Dugaan muncul bahwa peretasan ini bisa jadi dilakukan oleh orang dalam.
Peretasan ini semakin memperburuk kepercayaan publik terhadap keamanan bursa kripto dan menyebabkan gejolak besar di industri.
6. Peretasan Bybit (2024) – Salah Satu yang Terbesar di Tahun Ini
Bybit, salah satu bursa kripto yang berkembang pesat, baru-baru ini menjadi target peretasan besar pada tahun 2024.
Detail Peretasan:
- Peretas menggunakan teknik canggih untuk mengeksploitasi celah keamanan dalam sistem penyimpanan aset digital Bybit.
- Belum ada laporan resmi mengenai jumlah pasti kerugian, tetapi beberapa sumber menyebutkan angka bisa mencapai ratusan juta dolar.
- Bybit saat ini tengah bekerja sama dengan otoritas keuangan untuk melacak dana yang dicuri dan meningkatkan sistem keamanan mereka.
Setelah melihat berbagai kasus peretasan di atas, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita ambil:
- Keamanan Bursa adalah Kunci
- Menggunakan cold wallet untuk menyimpan sebagian besar aset guna menghindari pencurian dalam jumlah besar.
- Mengimplementasikan multi-signature authentication untuk mengamankan transaksi.
- Peretas Menggunakan Berbagai Teknik
- Phishing, eksploitasi API, dan akses melalui orang dalam sering digunakan untuk meretas bursa kripto.
- Pentingnya Regulasi dan Transparansi
- Bursa yang memiliki transparansi tinggi dan diaudit secara ketat lebih cenderung mendapatkan kembali kepercayaan pengguna setelah insiden peretasan.
- Pengguna Harus Selalu Waspada
- Jangan menyimpan semua aset kripto di hot wallet.
- Gunakan hardware wallet atau wallet pribadi untuk menyimpan aset dalam jumlah besar.
- Selalu aktifkan 2FA (Two-Factor Authentication) untuk meningkatkan keamanan akun.
Meskipun teknologi blockchain menjanjikan keamanan tinggi, bursa kripto tetap rentan terhadap serangan siber. Oleh karena itu, baik platform perdagangan maupun pengguna individu harus selalu meningkatkan keamanan dalam menyimpan dan memperdagangkan aset digital mereka.
Dengan regulasi yang lebih ketat dan peningkatan sistem keamanan, diharapkan insiden peretasan kripto dapat diminimalisir di masa depan.