Sekarang Harganya Makin Mahal, Dulu Emas di Jawa Bak Kacang Goreng
Emas, sebagai logam mulia yang bernilai tinggi, selalu menarik perhatian banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa dahulu emas di Jawa tidak semahal sekarang? Bahkan, pada masa lampau, emas seperti kacang goreng—mudah didapat dan dianggap biasa saja. Kini, seiring perkembangan ekonomi dan permintaan global, harga emas terus meroket dan menjadi simbol kekayaan yang prestisius.
Masa Kejayaan Emas di Jawa
Pada masa kolonial, terutama di abad ke-18 hingga awal abad ke-20, emas di Jawa memang berlimpah. Hal ini disebabkan oleh melimpahnya tambang emas di beberapa daerah seperti Banyuwangi, Pacitan, dan daerah pegunungan lainnya. Masyarakat pada masa itu tidak begitu menganggap emas sebagai aset berharga seperti sekarang. Bahkan, di beberapa daerah, emas digunakan sebagai perhiasan sederhana atau bahkan ditukar dengan bahan makanan.
Emas sebagai Simbol Status Sosial
Meskipun berlimpah, emas tetap memiliki peran penting dalam adat dan tradisi masyarakat Jawa. Pada masa itu, perhiasan emas digunakan oleh kalangan bangsawan dan pemimpin daerah sebagai simbol status sosial. Namun, bagi masyarakat biasa, emas tidak dianggap sebagai aset berharga seperti di masa sekarang.
Emas sebagai Alat Tukar dan Kekayaan
Pada masa kerajaan Hindu-Budha, emas tidak hanya sebagai simbol status sosial, tetapi juga berfungsi sebagai alat tukar dalam perdagangan skala besar. Emas digunakan dalam transaksi jual-beli tanah atau aset berharga lainnya. Namun, untuk transaksi sehari-hari di pasar, masyarakat lebih banyak menggunakan bahan lain seperti beras atau barang produksi lokal.
Mengapa Emas Kini Mahal?
Perubahan drastis terjadi seiring berkembangnya ekonomi global. Beberapa faktor yang membuat harga emas melonjak antara lain:
- Permintaan Global yang Meningkat:
- Negara-negara besar mulai menjadikan emas sebagai cadangan devisa, meningkatkan permintaan dan harga.
- Produksi Emas Menurun:
- Tambang emas mulai habis atau produksinya menurun, membuat suplai tidak lagi melimpah.
- Faktor Geopolitik:
- Ketidakpastian politik dan ekonomi dunia meningkatkan minat pada emas sebagai aset aman.
- Inflasi dan Depresiasi Mata Uang:
- Saat nilai mata uang melemah, masyarakat beralih ke emas sebagai bentuk investasi aman.
Evolusi Pandangan terhadap Emas
Seiring berjalannya waktu, pandangan masyarakat terhadap emas mengalami perubahan drastis. Jika sebelumnya emas lebih banyak dimanfaatkan sebagai perhiasan dan alat tukar, kini perannya bergeser menjadi instrumen investasi. Di era modern, emas batangan lebih populer dibanding perhiasan karena dinilai lebih praktis sebagai aset keuangan.
Baca juga: Reli Harga Emas Bikin Bitcoin Makin Tertinggal, Bagaimana Prospeknya?
Emas di Era Modern: Dari Kacang Goreng Menjadi Aset Investasi
Jika dulu emas di Jawa mudah didapat, sekarang kondisinya sangat berbeda. Emas menjadi salah satu instrumen investasi yang digemari oleh banyak orang. Tak hanya sebagai perhiasan, emas juga dikemas dalam bentuk batangan atau koin untuk investasi. Harga emas yang terus naik membuatnya dianggap sebagai pelindung nilai saat inflasi melanda.
Penggunaan Emas dalam Kehidupan Modern
Selain sebagai investasi, emas masih digunakan dalam berbagai sektor seperti perhiasan, industri elektronik, dan bahkan sektor medis. Emas dalam bentuk perhiasan tetap menjadi favorit, terutama di kalangan masyarakat yang menganggapnya sebagai simbol status. Di sisi lain, emas batangan dan koin lebih banyak dibeli oleh investor yang fokus pada perlindungan nilai.
Bagaimana Masa Depan Harga Emas?
Para ahli memprediksi bahwa harga emas akan terus meningkat, terutama jika ketidakpastian ekonomi global berlanjut. Di satu sisi, situasi politik yang tidak stabil dan inflasi yang tinggi mendorong masyarakat untuk beralih ke emas. Namun, munculnya alternatif investasi seperti aset kripto mungkin akan mengurangi permintaan emas di masa depan.
Kesimpulan
Sekarang harganya makin mahal, emas yang dulu bak kacang goreng di Jawa kini menjadi barang mewah dan berharga. Perubahan ekonomi, geopolitik, dan permintaan global telah mengubah pandangan masyarakat terhadap emas. Tak lagi dianggap biasa, emas kini menjadi simbol kekayaan dan keamanan finansial.
Dari masa kerajaan Hindu-Budha hingga era modern, perjalanan emas sebagai aset berharga terus berkembang. Jika dulu masyarakat menganggapnya sebagai barang biasa, kini emas telah menjadi investasi yang sangat dihargai. Dengan tren yang ada, tidak heran jika emas akan terus bertahan sebagai simbol stabilitas dan kekayaan dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia.