Bisakah Bitcoin Menjadi Anggota Berikutnya dari “Magnificent
Bitcoin, mata uang kripto paling terkemuka di dunia, semakin menunjukkan potensi untuk melampaui perannya sebagai sekadar
lindung nilai terhadap keuangan tradisional (TradFi). Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Standard Chartered, muncul gagasan
yang menarik sekaligus revolusioner: apakah Bitcoin layak dianggap sebagai bagian dari kelompok elit saham teknologi dunia yang dikenal dengan nama “Magnificent 7”?
Korelasi yang Semakin Erat dengan Saham Teknologi

Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital di Standard Chartered, mengungkapkan bahwa Bitcoin kini menunjukkan pola
perdagangan yang lebih menyerupai saham-saham teknologi dibandingkan aset safe haven tradisional seperti emas.
Kendrick menyoroti korelasi jangka pendek yang kuat antara harga Bitcoin dan indeks Nasdaq sebagai bukti dari perubahan karakteristik tersebut.
Berdasarkan pengamatan Kendrick, Bitcoin semakin bergerak seiring dengan fluktuasi sektor teknologi.
Hal ini, menurutnya, menunjukkan adanya pergeseran persepsi pasar terhadap Bitcoin, dari aset alternatif atau lindung
nilai ke arah aset pertumbuhan yang bersifat lebih spekulatif namun berpotensi tinggi.
Bisakah Bitcoin Menjadi Anggota Berikutnya dari “Magnificent
Untuk menguji hipotesis ini, tim analis dari Standard Chartered membentuk indeks baru yang disebut “Mag 7B”, yaitu versi modifikasi
dari indeks Magnificent 7 dengan mengganti saham Tesla (TSLA) dengan Bitcoin (BTC). Tujuan utama dari eksperimen
ini adalah untuk melihat bagaimana performa portofolio teknologi akan berubah jika BTC diperlakukan setara dengan
saham-saham teknologi terkemuka dunia seperti Apple (AAPL), Microsoft (MSFT), dan Nvidia (NVDA).
Hasilnya cukup mengejutkan. Menurut laporan tersebut, Mag 7B memberikan imbal hasil yang lebih tinggi
dan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan Mag 7 asli. Sejak Desember 2017, Mag 7B berhasil mengungguli
Magnificent 7 sekitar 5%, dengan volatilitas tahunan rata-rata yang lebih rendah. Selain itu, rasio informasi
(information ratio)—indikator yang mengukur keunggulan imbal hasil terhadap risiko—menunjukkan angka 1,13 untuk Mag 7B dibandingkan 1,04 pada Mag 7 asli.
Bitcoin dalam Peringkat Kapitalisasi Pasar
Jika dimasukkan ke dalam daftar Magnificent 7, Bitcoin akan menempati urutan keenam berdasarkan kapitalisasi pasar,
mengungguli Tesla namun masih berada di bawah raksasa-raksasa teknologi seperti Apple dan Microsoft. Hal ini memperkuat
argumen bahwa BTC secara kapitalisasi dan performa kini mulai sejajar dengan perusahaan teknologi global.
Hal ini juga menunjukkan bahwa investor kini melihat BTC bukan hanya sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakstabilan
pasar, tetapi sebagai aset yang layak dimasukkan dalam portofolio teknologi dengan potensi pertumbuhan yang nyata.
Dampak ETF Spot dan Biaya Transaksi
Salah satu faktor yang memperkuat posisi Bitcoin di mata investor institusional adalah peluncuran ETF spot. ETF ini memungkinkan
investor untuk mendapatkan eksposur langsung terhadap harga Bitcoin tanpa harus memiliki aset tersebut secara fisik.
Baca juga:Harga Emas Ambruk 3 Hari Beruntun, Sudah Saatnya Cemas?
Kendrick mencatat bahwa dengan hadirnya ETF spot, biaya transaksi untuk memperdagangkan BTC kini serupa dengan saham-saham Magnificent 7 lainnya, membuka peluang bagi lebih banyak investor institusional untuk memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio mereka.
Hal ini menandai fase baru dalam perjalanan Bitcoin, yakni penginstitusian. Ketika Bitcoin menjadi lebih mudah diakses, diperdagangkan, dan dikelola melalui instrumen keuangan konvensional, maka potensi arus masuk modal baru pun semakin besar.
Bitcoin dan Nvidia: Korelasi yang Menarik
Dalam beberapa bulan terakhir, performa harga Bitcoin menunjukkan korelasi tinggi dengan Nvidia (NVDA), salah satu anggota Magnificent
7 yang mengalami lonjakan karena permintaan chip AI. Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin kini diperdagangkan dan dinilai seperti
saham teknologi berkinerja tinggi, dan tidak lagi sebagai sekadar aset spekulatif atau lindung nilai.
Sementara itu, Tesla—yang digantikan oleh BTC dalam simulasi Mag 7B—justru menunjukkan korelasi yang lebih mirip dengan Ethereum,
mata uang kripto kedua terbesar di dunia. Ini menambah kedalaman analisis bahwa Bitcoin kini lebih mirip dengan Nvidia daripada dengan aset kripto lainnya.
Arah Masa Depan: Peran Ganda Bitcoin
Menurut Kendrick, dengan semakin mapannya posisi Bitcoin dalam portofolio global, aset ini tidak lagi hanya melayani satu tujuan,
melainkan berperan ganda: sebagai alat lindung nilai terhadap gejolak TradFi dan sebagai alokasi pertumbuhan dalam sektor teknologi.
Kombinasi unik antara karakter safe haven dan potensi pertumbuhan ini menjadikan Bitcoin sebagai aset yang semakin sulit diabaikan oleh investor institusional.
“Kami berpikir bahwa memiliki lebih dari satu kegunaan akan membuka arus masuk modal baru ke aset ini. Terutama ketika investasi
terhadap Bitcoin menjadi lebih terstruktur dan melembaga,” tegas Kendrick.
Apakah Ini Saatnya Mengakui Bitcoin Sebagai Aset Teknologi?
Dengan performa dan karakteristik yang semakin menyerupai saham teknologi, ditambah dengan adopsi institusional yang kian
pesat, pertanyaan besar kini muncul: sudah saatnya kah Bitcoin dimasukkan ke dalam daftar raksasa teknologi dunia?
Jika tren saat ini berlanjut, dan jika BTC terus menunjukkan profil risiko-pengembalian yang menguntungkan, maka tak menutup
kemungkinan Bitcoin akan diakui sebagai bagian dari elit pasar modal dunia.
Kesimpulan
Eksperimen indeks “Mag 7B” yang mengganti Tesla dengan Bitcoin menawarkan wawasan menarik mengenai posisi BTC dalam lanskap keuangan global.
Dari korelasi kuat dengan saham teknologi, efisiensi perdagangan yang semakin baik, hingga potensi pertumbuhan dan peran strategis
dalam portofolio, Bitcoin telah membuktikan dirinya sebagai aset lintas fungsi. Masa depan Bitcoin tampaknya bukan hanya sebagai
pelindung kekayaan, tetapi juga sebagai pilar baru dalam sektor teknologi global.