Sejarah Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rekor ke Rp1,708 Juta
Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk., atau yang lebih dikenal sebagai emas Antam, mencetak rekor tertinggi dalam sejarah pada perdagangan hari ini, Kamis (20/2/2025).
Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, harga emas satuan 1 gram di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta kini dibanderol seharga Rp1.708.000 per gram, mengalami kenaikan sebesar Rp17.000 dari harga sebelumnya.

Lonjakan Harga yang Memecahkan Rekor Sebelumnya
Harga emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi sepanjang masa, mematahkan rekor sebelumnya di Rp1.701.000 per gram. Kenaikan ini menunjukkan tren bullish yang kuat dalam harga emas domestik.
Dalam tiga hari terakhir, harga emas Antam telah naik sebesar Rp37.000, mengindikasikan adanya sentimen positif di pasar dan tingginya permintaan terhadap logam mulia sebagai aset investasi.
Harga Buyback Emas Antam Ikut Naik
Selain harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga mengalami kenaikan signifikan. Pada pagi hari ini, harga buyback emas Antam berada di Rp1.558.000 per gram, naik Rp17.000 dari harga sebelumnya.
Kenaikan harga buyback ini memberikan keuntungan bagi para investor yang ingin menjual kembali emas mereka dengan harga lebih tinggi dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Perbandingan dengan Harga Emas Dunia
Kenaikan harga emas Antam terjadi di tengah pergerakan yang sedikit berbeda dengan harga emas dunia. Pada perdagangan Rabu (19/2/2025), harga emas dunia di pasar spot justru mengalami pelemahan tipis 0,1%, turun ke US$2.932,64 per troy ons.
Sebelumnya, pada perdagangan Selasa, harga emas dunia sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$2.935,58 per troy ons. Namun, pelemahan tersebut hanya bersifat sementara.
Pada perdagangan hari ini, Kamis (20/2/2025), hingga pukul 06.29 WIB, harga emas dunia di pasar spot kembali mengalami penguatan tipis ke US$2.934,02 per troy ons.
Faktor-Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga Emas
Lonjakan harga emas Antam dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik, di antaranya:
- Ketidakpastian Ekonomi Global
- Pasar global masih dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh konflik geopolitik dan kebijakan suku bunga dari bank sentral utama.
- Kebijakan The Fed & Suku Bunga
- Federal Reserve (The Fed) masih mempertahankan suku bunga yang tinggi, tetapi ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang telah meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
- Melemahnya Nilai Tukar Rupiah
- Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut berkontribusi terhadap kenaikan harga emas di pasar domestik.
- Permintaan Emas Fisik yang Tinggi
- Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas semakin meningkat, baik dalam bentuk emas batangan maupun perhiasan.
- Ketegangan Geopolitik
- Konflik di beberapa kawasan dunia, termasuk Timur Tengah dan Eropa Timur, menyebabkan investor beralih ke aset safe-haven seperti emas.
Prospek Harga Emas ke Depan
Para analis memperkirakan bahwa harga emas masih berpotensi untuk terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan, terutama jika sentimen pasar global tetap mendukung.
Dengan tren bullish emas yang masih berlanjut, investor diharapkan untuk tetap mencermati perkembangan pasar dan memanfaatkan momentum kenaikan harga ini sebagai strategi investasi jangka panjang.
Selain itu, investor juga disarankan untuk memantau pergerakan kebijakan bank sentral dunia, terutama The Fed dan Bank Indonesia, yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga emas di pasar global dan domestik.
Bagaimana Cara Berinvestasi Emas?
Bagi yang ingin memanfaatkan tren kenaikan harga emas ini, ada beberapa cara berinvestasi emas yang bisa dipertimbangkan:
- Membeli Emas Fisik
- Bisa dalam bentuk emas batangan Antam, perhiasan, atau emas koleksi lainnya.
- Pastikan membeli di tempat resmi seperti butik Antam atau toko emas terpercaya.
- Investasi Emas Digital
- Saat ini sudah banyak platform digital yang menyediakan investasi emas online.
- Keunggulannya adalah tidak perlu menyimpan emas fisik dan bisa mulai dengan modal kecil.
- Trading Emas di Pasar Berjangka
- Cocok bagi investor yang ingin memanfaatkan fluktuasi harga emas untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek.
- Membutuhkan analisis pasar yang baik dan pemahaman terhadap risiko trading.
- Reksa Dana Emas & ETF
- Bisa menjadi alternatif bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap emas tanpa harus membeli emas fisik.
- Dikelola oleh manajer investasi profesional.
Apakah Sekarang Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas?
Melihat tren kenaikan harga emas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, banyak investor bertanya-tanya apakah sekarang saat yang tepat untuk membeli emas.
BACA JUGA:Emas Kembali Cetak Rekor Bersejarah Pemiliknya Makin Pesta Pora
Sebagai instrumen investasi jangka panjang, emas tetap menjadi pilihan yang menarik terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Namun, investor disarankan untuk membeli emas dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli emas secara berkala untuk mengurangi risiko volatilitas harga.
Bagi yang ingin berinvestasi emas, penting untuk memahami tujuan investasi dan tidak tergesa-gesa membeli hanya karena harga sedang naik. Sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu dan pertimbangkan faktor risiko sebelum mengambil keputusan.
Harga emas Antam hari ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di Rp1.708.000 per gram, naik Rp17.000 dari harga sebelumnya. Kenaikan harga ini terjadi di tengah pergerakan harga emas dunia yang sempat melemah, namun kembali menguat pada perdagangan terbaru.
Faktor-faktor global seperti kebijakan suku bunga The Fed, nilai tukar rupiah, serta permintaan emas yang tinggi menjadi pemicu utama kenaikan harga ini. Dengan tren kenaikan yang masih berlanjut, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik bagi masyarakat Indonesia.
Bagi para investor emas, kondisi ini bisa menjadi peluang emas untuk mempertahankan atau menambah portofolio logam mulia mereka guna menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan. Dengan berbagai pilihan investasi emas yang tersedia, masyarakat dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko mereka.
Emas telah lama dianggap sebagai aset safe-haven, dan dengan berbagai faktor yang masih mendukung kenaikan harga, emas tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin melindungi nilai aset mereka dari inflasi dan ketidakpastian global.